Laboratorium Bahan Konstruksi

Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Provinsi Kalimantan Selatan

PUPR terapkan strategi Triplehelix demi hadapi persaingan bidang konstruksi

Berita dan Informasi | 20 November 2018

Dalam rangka memenangkan persaingan dalam era pasar global, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) melakukan terobosan meningkatkan daya saing bidang konstruksi melalui konsep triplehelix.Strategi ini ialah kerja sama untuk saling bersinergi antara perguruan tinggi, pelaku usaha dan pemerintah.

"Dalam hal ini perguruan tinggi berperan sebagai laboratorium riset, inkubator produk inovatif, jaringan pengetahuan dan teknologi, serta basis produksi Sumber Daya Manusia (SDM) ahli," ungkap Kepala Badan Pengembangan Infrastruktur Wilayah (BPIW) Kementerian PUPR, Hadi Sucahyono dalam siaran pers, Senin (19/11).

Hadi mengungkapkan, adapun untuk peran pelaku usaha adalah mengelola daya saing bersama dengan pemerintah sebagai regulatornya.

Dalam pengembangan jasa konstruksi, perguruan tinggi diharapkan dapat membangun minat siswa didik kepada industri konstruksi, mengembangkan SDM, memperkuat kurikulum yang menunjang konstruksi, akreditasi untuk program studi serta meningkatkan riset dalam bidang konstruksi dan melakukan riset dengan pendekatan multi-disiplin terpadu.

Menurutnya, kesepakatan ASEAN Mutual Recognition Arrangement (MRA) on Engineering Services telah membuka kesempatan bagi insinyur yang berwarganegara ASEAN untuk berkarya lintas batas negara di lingkungan ASEAN.

"Ini merupakan peluang sekaligus tantangan. Tantangan bagi perguruan tinggi untuk menjadikan lulusannya yang berjaya, mandiri dan berdaya saing global. Bahkan, menjadi penggerak pembangunan Indonesia yang memiliki kompetensi handal," jelas Hadi.

Kementerian PUPR, lanjut Hadi, turut membangun kualitas bangsa untuk memenangkan persaingan global melalui pembangunan infrastruktur untuk masyarakat di seluruh tanah air.

Menempatkan infrastruktur dalam posisi prioritas kebijakan pembangunan nasional merupakan pilihan yang logis dan strategis. Pasalnya, pembangunan infrastruktur juga memberikan kontribusi pada berbagai perbaikan kondisi nasional.

Menurutnya, sebagai salah satu indikator yakni daya saing Indonesia dalam konteks global terus membaik, yaitu berada pada peringkat 45 dari 140 negara yang pada tahun sebelumnya berada di peringkat 47.

"Dalam hal ini, infrastruktur yang handal merupakan salah satu kunci utama dalam meningkatkan daya saing Indonesia. Itulah sebabnya, segenap upaya yang kita curahkan secara terus menerus dalam membangun infrastruktur," katanya.

Sumber: 

https://nasional.kontan.co.id/news/pupr-terapkan-strategi-triplehelix-demi-hadapi-persaingan-bidang-konstruksi


Kembali Ke Halaman Sebelumnya